Hh

Hh




PEKANBARU (gardaberita.com) -- Dalam hitungan lebih kurang 72 jam, akhirnya Tim Jatanras Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru, Sabtu (2/5/2026) berhasil menangkap terduga pelaku kasus perampokan yang berujung dibunuhnya seorang wanita, Dumaris Sitio di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai,  Pekanbaru pada Rabu (29/4/2026) lalu.

"Alhamdulillah, saya sudah menerima laporan bahwa pelaku pembunuhan di Rumbai telah diamankan. Salah satu pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit," ungkap Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melalui akun Instagramnya, Minggu (3/5/2026).

Dari pengejaran hingga ke Sumatera Utara dan wilayah Aceh, polisi berhasil mencokok empat orang pelaku yang masing-masing berinisial AFT (21), SL (34, merupakan suami siri AFT), E alias I  (39) dan L (22).

AFT dan SL diamankan di Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sementara dua lainnya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara. Terlihat beberapa pelaku dengan kaki diperban, akibat diterjang timah panas. Polisi menyebut terpaksa mengambil tindakan terukur (menembak kaki) karena pelaku mencoba kabur. 

“AF dan SL diamankan di gubuk milik kakak tersangka SL,” kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi.

“Untuk tersangka E dan L ini diamankan saat memasuki rumah kontrakan yang baru disewa,” tambah Kanit Resmob Kompol Rainly L.

Motif
Dalang utama aksi perampokan tersebut ditengarai adalah AFT alias Florensia, mantan menantu korban sendiri. Ia diduga mengetahui bahwa di rumah mantan mertuanya tersebut tersimpan banyak uang dan perhiasan. 

AFT dalam pengakuannya menyimpan sakit hati karena saat masih tinggal di rumah korban dirinya sering dimarahi. Setelah berpisah dengan anak korban, AFT ingin melampiaskan dendamnya sekaligus menguasai harta korban.

“Awalnya mereka ingin mencuri. Namun, dalam perjalanan dari Medan menuju Pekanbaru, niat itu berubah menjadi rencana pembunuhan. Bahkan, yang direncanakan bukan hanya satu korban, tetapi empat orang yang ada di rumah,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua saat ekspos pengungkapan kasus, Minggu (3/5/2026).

Dalam memuluskan niatnya hendak merampok harta mantan mertua, Florensia berkomplot dengan SL, kekasih atau suami sirinya sekarang, seorag lelaki-laki lain yakni E alias I, dan asisten rumah tangga korban, perempuan berinisial L.

Rencana dan Skenario Disusun
Para pelaku, sebelumnya sudah pernah melakukan aksi pencuriannya pada 8 April 2026 lalu. Uang sebanyak Rp4 juta berhasil mereka sikat. Gara-gara kejadian itu, suami korban kemudian berinisiatif memasang beberapa kamera CCTV.

Kemudian AFT dan SL ingin nengulangi lagi. Kali ini mereka bahkan melakukan survei lokasi sampai empat kali. 

Terakhir, rencana dimatangkan di di Hotel Aloha, Jalan Riau, Kota Pekanbaru. Kali ini niat mereka bukan hanya merampok, tapi sekaligus menghabisi korban. 

Di hotel tersebut, SL mengambil kayu balok lalu membentuknya menyerupai stik baseball.

Kronologi kejadian
Mari kita lihat kembali kronologi kejadian dari rekaman CCTV:

Dari rentetan rekaman CCTV yang telah tersebar luas di media sosial, para pelaku datang dengan menggunakan sebuah mobil SUV warna gelap, dan parkir di pinggir jalan di depan pagar rumah. AFT dan L masuk lebih dulu. AFT dan L bahkan sempat menyalami dan mencium tangan mantan mertuanya saat pintu dibukakan. 

Terjadi obrolan sejenak, kemudian korban duduk di sofa bersandar sembari meladeni obrolan AFT. Namun sejurus kemudian muncul SL yang bertopi hitam memakai masker hitam dan memegang sebuah balok kayu yang cukup besar. 

Sejenak SL menyimak percakapan AFT dengan mantan mertuanya. Namun, diduga ia tak sabaran, sekonyong-konyong SL menghantamkan balok kayu tersebut dan tepat mengenai kepala korban. 

Belakangan diketahui SL mengaku sebagai pengemudi ojek online masuk sambil berpura-pura menagih utang sebesar Rp300 ribu.

Ketika korban membantah memiliki utang, SL langsung memukul korban menggunakan balok kayu. Korban dipukul berkali-kali di bagian kepala dan dada hingga meninggal dunia.

Empat hantaman sempat ditangkis dengan tangan oleh korban, tapi akhirnya wanita tua itu roboh juga.  Merasa tak puas, sang eksekutor kembali menghajar dengan satu kali hantaman balok lagi padahal korban sudah diam tak bergerak. (Dari hasil outopsi terungkap, hantaman balok kayu tersebut menyebabkan pendarahan di otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital).

Usai menghabisi korban, pelaku SL rupanya menyadari ada kamera CCTV di pojok atas. Dia pun menghantamkan balok ke kamera CCTV hingga kamera mati. Pada potongan lain, di ruang lain pelaku SL kembali kepergok CCTV. Kamera pengintai itu pun dihajarnya. 

Jasad korban kemudian mereka seret ke kamar mandi, lalu mulai menjarah harta korban.

Video berikutnya memperlihatkan suasana di halaman rumah, di mana saat itu seorang laki-laki datang dengan sepeda motor. Laki-laki tersebut diduga adalah anak korban. Ia masuk namun beberapa detik kemudian keluar lagi dan meninggalkan rumah. Lalu DN, perempuan diduga ART korban juga keluar rumah menuju mobil.

Tak lama berselang, sang eksekutor RS keluar disusul AFT dan HS, keduanya menyandang fransel bermuatan penuh. Masuk ke mobil dan kabur. 

Terungkap pula bahwa para pelaku beraksi di bawah pengaruh narkoba jenis ekstasi. Terbukti dari test urine yang mereka jalani.

“Ada pengaruh obat-obatan terlarang sehingga pelaku berani melakukan aksi sadis tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto Pandra

Kini, keempatnya tinggal menunggu jeruji penjara. Nafsu rakus dan jahat sesaat hanya berlalu sekejap, bahkan tanpa sempat mereka nikmati.

Penyidik menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana junto pasal 365 ayat 3 KUHP kepada para tersangka. Ancaman hukumannya adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun. (Oes)

4 Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Rumbai Tertangkap, Ini Fakta Terbarunya


Para tersangka pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Boru Sitio setelah tertangkap di Sumut dan Aceh. (gardaberita.com/oes)

para tersangka pelaku perampokan dan pembunuhan dumaris boru sitio setelah tertangkap di sumut dan aceh





Share

Belum ada Komentar untuk "Hh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel